Category: Hukum dan Kriminal

  • Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta

    Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menerima audiensi pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga dalam menyikapi berbagai dinamika dan kepentingan masyarakat Jakarta.
    Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Turut hadir Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.

    Pada kesempatan ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin hadir bersama tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menerima audiensi dari pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pertemuan diisi dengan pertukaran pandangan dan informasi mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian bersama. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hubungan antarlembaga yang terbuka dan konstruktif penting untuk memahami berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Polda Metro Jaya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan DPRD DKI Jakarta. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta turut menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Kombes Budi Hermanto.

  • Polda Sumsel Door to Door Sosialisasikan Pencegahan Karhutla ke Warga

    Polda Sumsel Door to Door Sosialisasikan Pencegahan Karhutla ke Warga


    Jakarta – Polda Sumatera Selatan melalui Polres Empat Lawang terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan pendekatan langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui program ‘Makmano Karhutlah’ yang dilaksanakan Polsek Muara Pinang di Desa Batu Junggul, Selasa (15/9).
    Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Muara Pinang menyambangi warga dari rumah ke rumah untuk menyampaikan sosialisasi dan imbauan mengenai pencegahan karhutla. Petugas juga membagikan pamflet yang memuat larangan serta sanksi hukum terkait pembakaran hutan dan lahan.

    Kabidhumas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menegaskan upaya pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dini.

    “Pencegahan harus dimulai dari lingkungan masyarakat. Melalui edukasi langsung dari rumah ke rumah, kami berharap masyarakat semakin memahami bahaya Karhutla, termasuk konsekuensi hukumnya, sehingga bersama-sama menjaga wilayahnya dari kebakaran hutan dan lahan,” ujar Nandang dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).

    Selain edukasi secara langsung, personel turut melaksanakan patroli Kamtibmas dan karhutla sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi kebakaran di wilayah tersebut. Pendekatan door to door dilakukan agar pesan pencegahan dapat diterima langsung dan lebih mudah dipahami masyarakat.

    Program ‘Makmano Karhutlah’ merupakan program Kapolres Empat Lawang Abdul Aziz Septiadi, yang mendorong jajaran kepolisian untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam membangun kesadaran bersama mencegah kebakaran hutan dan lahan.

    Polda Sumsel bersama seluruh jajaran terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli, sosialisasi, dan pendekatan kepada masyarakat. Kehadiran personel hingga ke desa-desa diharapkan dapat memperkuat partisipasi warga dalam mencegah munculnya titik api sekaligus menjaga lingkungan tetap aman dari ancaman karhutla.

  • Aksi Pantang Menyerah Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir

    Aksi Pantang Menyerah Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir
    Aksi Pantang Menyerah: Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir Pakai Formula Khusus

    Sumsel – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan gambut selalu menjadi tantangan besar karena baranya yang kerap bersembunyi di bawah permukaan tanah. Menghadapi situasi ini, personel Ditsamapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan dedikasi luar biasa di tengah hamparan lahan gambut seluas kurang lebih 24 hektare di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

    Tidak sekadar menyiramkan air, tim yang turun ke lapangan membawa inovasi baru. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, mereka melakukan pemadaman sekaligus uji coba langsung sebuah formula khusus bernama Crossfire Slog Polri.

     

    Untuk menaklukkan api di lahan seluas itu, tim menyiapkan 16 jerigen formula Crossfire. Komposisi racikannya diaplikasikan dengan presisi: 200 liter formula khusus tersebut dicampur dengan 800 liter air. Campuran inilah yang kemudian disemprotkan secara masif untuk merendam lahan gambut yang terbakar.

    Pemadaman di karakteristik tanah gambut menuntut kesabaran ekstra. Proses perendaman lahan terus dilakukan tanpa henti hingga malam hari. Setelah api di permukaan terlihat padam, tugas mereka ternyata belum usai. Personel Ditsamapta Polda Sumsel kembali melakukan pengecekan berlapis di lokasi yang gelap. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa bara api di kedalaman gambut benar-benar mati total dan tidak berpotensi memicu titik api baru keesokan harinya.

    Kerja keras, gotong royong, dan penerapan inovasi di Desa Lorok ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla yang merugikan masyarakat luas.

  • Aksi Pantang Menyerah Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir

    Aksi Pantang Menyerah Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir
    Aksi Pantang Menyerah: Polda Sumsel Padamkan 24 Hektare Karhutla Ogan Ilir Pakai Formula Khusus

    Sumsel – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan gambut selalu menjadi tantangan besar karena baranya yang kerap bersembunyi di bawah permukaan tanah. Menghadapi situasi ini, personel Ditsamapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan dedikasi luar biasa di tengah hamparan lahan gambut seluas kurang lebih 24 hektare di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

    Tidak sekadar menyiramkan air, tim yang turun ke lapangan membawa inovasi baru. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, mereka melakukan pemadaman sekaligus uji coba langsung sebuah formula khusus bernama Crossfire Slog Polri.

     

    Untuk menaklukkan api di lahan seluas itu, tim menyiapkan 16 jerigen formula Crossfire. Komposisi racikannya diaplikasikan dengan presisi: 200 liter formula khusus tersebut dicampur dengan 800 liter air. Campuran inilah yang kemudian disemprotkan secara masif untuk merendam lahan gambut yang terbakar.

    Pemadaman di karakteristik tanah gambut menuntut kesabaran ekstra. Proses perendaman lahan terus dilakukan tanpa henti hingga malam hari. Setelah api di permukaan terlihat padam, tugas mereka ternyata belum usai. Personel Ditsamapta Polda Sumsel kembali melakukan pengecekan berlapis di lokasi yang gelap. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa bara api di kedalaman gambut benar-benar mati total dan tidak berpotensi memicu titik api baru keesokan harinya.

    Kerja keras, gotong royong, dan penerapan inovasi di Desa Lorok ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla yang merugikan masyarakat luas.

  • Polda Metro Bekali Pelajar Perlindungan Digital di Era AI

    Polda Metro Bekali Pelajar Perlindungan Digital di Era A.I

    Jakarta – Polda Metro Jaya bersama Universitas Bina Nusantara (BINUS) menyiapkan personelnya untuk melatih AI atau kecerdasan buatan melalui pelatihan bagi pelatih di BINUS Kampus Kijang, Palmerah, Jakarta Barat. Program itu menjadi bagian membekali masyarakat agar semakin cakap memanfaatkan kecerdasan buatan secara aman.
    Wakaposko Presisi Brigjen Boro Windu mengatakan sebelum memberikan edukasi ke masyarakat, personel dibekali pengetahuan soal kecerdasan buatan dan segala tantangannya, seperti hoaks, perundungan siber, penipuan daring, hingga penyalahgunaan teknologi.

    “Kita melatih para polisi bersama akademisi agar memiliki pemahaman yang sama tentang ancaman yang dihadapi masyarakat, seperti perundungan siber, penipuan daring, dan lainnya,” kata dia, Senin (14/9/2026).

    Para calon pelatih tersebut juga dibekali kemampuan mengenali dan melawan hoaks, melakukan pendampingan, dan praktik mengajar. Buku panduan juga disiapkan sebagai acuan materi.

    “Setelah memiliki standar dan pemahaman yang sama, mereka dapat memberikan informasi yang setara kepada pelajar dan masyarakat, termasuk cara menghindari hoaks dan berbagai ancaman digital,” jelasnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan program tersebut bisa memperkuat literasi digital masyarakat. Sekaligus, bisa membantu pelajar memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

    “Kolaborasi kepolisian, akademisi, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ruang digital yang lebih sehat dan aman serta memastikan kemajuan kecerdasan buatan memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” pungkas Budi.

  • Kompolnas Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya Terkait Tangani Kasus Kerusuhan 27 Agustus

    Kompolnas Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya Terkait Tangani Kasus Kerusuhan 27 Agustus

    Sumber:metrotv

     Jakarta. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya dalam menangani dan mengungkap rangkaian kasus kerusuhan yang terjadi pada 27 Agustus 2026.

    Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono Sudiutomo. Ia menilai penanganan perkara oleh Polda Metro Jaya, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Perempuan, Anak, dan Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO), dilakukan secara profesional.

    “Kami sampaikan dari Kompolnas, bahwa kami memberikan apresiasi atas apa yang sudah dicapai oleh Polda Metro Jaya, khususnya Dirkrimum dan Direktur PPA-PPO, dan tentunya akibat tangan dari Pak Kabid Humas, Pak Budi. Terima kasih,” kata Arief dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/09/2026).

    Kompolnas, kata Arief, terus mengikuti perkembangan penanganan perkara yang dilakukan Polda Metro Jaya sejak peristiwa tersebut terjadi.

    Ia menjelaskan, kerusuhan yang terjadi pada malam 27 Agustus 2026 merupakan peristiwa yang berbeda dengan aksi penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung pada siang harinya.

    Menurut Arief, salah satu perkembangan penting dalam penanganan perkara tersebut adalah pengungkapan pihak-pihak yang diduga menggerakkan dan mendanai massa.

    Pendanaan tersebut, menurutnya, diduga digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan massa yang digerakkan untuk mengikuti aksi.

    Kompolnas juga mengapresiasi langkah kepolisian dalam menangkap tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan hingga menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia.

    “Kita lihat slogan dari pada Polda Metro Jaya dalam hal ini adalah “Jaga Jakarta”, ini sudah dilaksanakan secara profesional, komprehensif, dengan ditangkapnya tiga orang tersangka,” ujar Arief.

    Arief menilai proses pengungkapan dan identifikasi para tersangka dilakukan melalui sejumlah metode serta melibatkan berbagai pihak dan ahli.

    Dalam proses penyelidikan, polisi turut menganalisis sejumlah barang bukti, termasuk tongkat pemukul dan batu yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

    Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) serta video yang beredar di media juga dianalisis untuk membantu mengidentifikasi para pelaku.

    Menurut Arief, langkah tersebut menunjukkan proses kerja kepolisian yang profesional dalam mengungkap perkara.

    Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, terutama yang melibatkan anak-anak dalam aksi yang berujung kerusuhan akibat iming-iming uang.

    Karena itu, Arief mengimbau agar anak-anak tidak dilibatkan dalam kegiatan yang berpotensi mengarah pada tindakan anarkis dan kerusuhan.

    “Jadi, mudah-mudahan mereka lebih baik di rumah. Jangan sampai mereka turun ke jalan untuk bisa melaksanakan panggilannya, demo, tapi ternyata disuruh rusuh,” pungkas Arief.

  • Kompolnas Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya Tangani Kasus Kerusuhan 27 Agustus

    Kompolnas Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya Tangani Kasus Kerusuhan 27 Agustus

    Sumber:metrotv

     Jakarta. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya dalam menangani dan mengungkap rangkaian kasus kerusuhan yang terjadi pada 27 Agustus 2026.

    Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Harian Kompolnas Arief Wicaksono Sudiutomo. Ia menilai penanganan perkara oleh Polda Metro Jaya, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Perempuan, Anak, dan Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO), dilakukan secara profesional.

    “Kami sampaikan dari Kompolnas, bahwa kami memberikan apresiasi atas apa yang sudah dicapai oleh Polda Metro Jaya, khususnya Dirkrimum dan Direktur PPA-PPO, dan tentunya akibat tangan dari Pak Kabid Humas, Pak Budi. Terima kasih,” kata Arief dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/09/2026).

    Kompolnas, kata Arief, terus mengikuti perkembangan penanganan perkara yang dilakukan Polda Metro Jaya sejak peristiwa tersebut terjadi.

    Ia menjelaskan, kerusuhan yang terjadi pada malam 27 Agustus 2026 merupakan peristiwa yang berbeda dengan aksi penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung pada siang harinya.

    Menurut Arief, salah satu perkembangan penting dalam penanganan perkara tersebut adalah pengungkapan pihak-pihak yang diduga menggerakkan dan mendanai massa.

    Pendanaan tersebut, menurutnya, diduga digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan massa yang digerakkan untuk mengikuti aksi.

    Kompolnas juga mengapresiasi langkah kepolisian dalam menangkap tiga tersangka yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan hingga menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia.

    “Kita lihat slogan dari pada Polda Metro Jaya dalam hal ini adalah “Jaga Jakarta”, ini sudah dilaksanakan secara profesional, komprehensif, dengan ditangkapnya tiga orang tersangka,” ujar Arief.

    Arief menilai proses pengungkapan dan identifikasi para tersangka dilakukan melalui sejumlah metode serta melibatkan berbagai pihak dan ahli.

    Dalam proses penyelidikan, polisi turut menganalisis sejumlah barang bukti, termasuk tongkat pemukul dan batu yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

    Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) serta video yang beredar di media juga dianalisis untuk membantu mengidentifikasi para pelaku.

    Menurut Arief, langkah tersebut menunjukkan proses kerja kepolisian yang profesional dalam mengungkap perkara.

    Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, terutama yang melibatkan anak-anak dalam aksi yang berujung kerusuhan akibat iming-iming uang.

    Karena itu, Arief mengimbau agar anak-anak tidak dilibatkan dalam kegiatan yang berpotensi mengarah pada tindakan anarkis dan kerusuhan.

    “Jadi, mudah-mudahan mereka lebih baik di rumah. Jangan sampai mereka turun ke jalan untuk bisa melaksanakan panggilannya, demo, tapi ternyata disuruh rusuh,” pungkas Arief.

  • Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Rombongan Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

    Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Rombongan Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

    Polda Metro Jaya bersama Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini belum ditemukan saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Kegiatan tersebut digelar setelah pelaksanaan salat Jumat di Musala Satya Haprabu, Polda Metro Jaya, Jumat (11/9/2026).

    Kegiatan diikuti jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama para jurnalis, khususnya yang tergabung dalam FWP PMJ.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto berharap, delapan orang yang belum ditemukan tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.

    “Kita sama-sama mendoakan semoga 8 orang di mana 5 di antaranya adalah rekan-rekan jurnalis, 3 awak kapal, semoga segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ucapnya.

    Harapan serupa disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin. Dia berharap, seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat.

    “Harapan kita semuanya, saudara-saudara kita yang saat ini belum ditemukan bisa segera ditemukan dalam keadaan yang selamat dan sehat,” tutur Iman.

    Iman juga mendoakan keluarga para korban agar diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

    “Kemudian keluarganya juga diberikan kesabaran dan kekuatan di dalam menjalani cobaan dan musibah ini. Kita sama-sama berdoa supaya musibah yang dialami segera Allah berikan pertolongan bagi kita semuanya,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua FWP PMJ Achmad Faruk menyampaikan harapan yang sama. Dia berharap, para jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

    “Semoga teman-teman kita, sahabat kita, saudara kita yang sedang tugas meliput dapat kembali ditemukan dalam keadaan selamat,” harapnya.

  • Pertandingan Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polda Metro Jaya Apresiasi Suporter

    Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polda Metro Jaya Apresiasi Suporter

     

    Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polisi Apresiasi Suporter

    Persija vs Persib Berjalan Aman dan Lancar, Polisi Apresiasi Suporter

     

    JAKARTA – Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan pertandingan Persija Vs Persib, di Gelora Bung Karno (GBK) berjalan aman dan lancar.

    “Kegiatan hari ini berjalan aman, tertib, lancar, sehingga proses pengamanan di GBK dalam pertandingan Persija melawan Persib berjalan tertib, damai,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Sabtu (12/9/2026).

    Budi menyebut, bahwa Polda Metro Jaya mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran pertandingan tersebut.

    Menurutnya, polisi sampai saat ini masih melakukan beberapa rangkaian demi memastikan semuanya berjalan aman. Di antaranya mengawal bubarnya penonton.

    “Dan kita masih berharap, kita masih, petugas pengamanan juga masih melakukan pengamanan, pengawalan sampai dengan masa cair,” ujar Budi.

    Menurut Budi, keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergisitas yang baik seluruh stakeholder terkait.

    “Kami juga mengapresiasi kepada seluruh petugas pengamanan, baik itu dari TNI, Pemprov DKI, steward, dan semua yang terlibat termasuk dari pengawalan dari teman-teman Jakmania,” tutup Budi.

  • The Jak dan Bobotoh Kumpul Bareng di Polrestro Bekasi Kota, Sepakat Jaga Persaudaraan

    The Jak dan Bobotoh Kumpul Bareng di Polrestro Bekasi Kota, Sepakat Jaga Persaudaraan

    Perwakilan The Jakmania dan Bobotoh Kota Bekasi bertemu dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana dalam Forum Silaturahmi Antarsuporter di Mapolres Metro Bekasi Kota


    Jakarta – Perwakilan The Jakmania dan Bobotoh Kota Bekasi bertemu dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana dalam Forum Silaturahmi Antarsuporter di Mapolres Metro Bekasi Kota. Pertemuan ini digelar menjelang pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), besok.
    Forum berlangsung hangat dan terbuka. Kedua suporter menyatukan semangat menyambut laga secara tertib dan sportif sekaligus menunjukkan perbedaan klub kebanggaan tidak menghalangi terjalinnya hubungan yang guyub.

    “Identitas sebagai suporter tidak semestinya menciptakan jarak. Justru melalui kecintaan kepada klub masing-masing. The Jakmania dan Bobotoh dapat memperlihatkan bahwa sepakbola memiliki kekuatan untuk mempertemukan dan mempersatukan,” ujar Kombes Putu Kholis Aryana, dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/9/2026),

    Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK
    Dialog tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat komunikasi antarkoordinator, mencegah provokasi, dan meredam narasi yang berpotensi memicu ketegangan. Kedua komunitas juga sepakat mengedepankan informasi yang terverifikasi, khususnya dalam percakapan di media sosial.

    Aspek keselamatan turut menjadi perhatian, mulai dari pendataan anggota rombongan, kesesuaian kapasitas kendaraan, hingga koordinasi selama keberangkatan dan kepulangan. Seluruh pihak menyatakan kesediaan untuk menghormati ketentuan penyelenggara serta mengikuti arahan petugas demi kenyamanan masyarakat.

    “Kembalinya pertandingan Persija melawan Persib ke GBK setelah tujuh tahun merupakan momentum yang telah lama kita nantikan. Mari menyambutnya dengan kedewasaan dan menjadikannya perayaan sepak bola yang membanggakan. Beda warna, tetap satu Indonesia,” ucap Putu Kholis.